“Mungkin ini yang disebut dengan benar-benar ikhlas. Sudah bisa tersenyum melihat orang yang masih ada di hatimu bahagia bersama orang lain”
@3 months agoAku gak pernah ngerasain sakit yang sebenarnya sebelum aku ketemu kamu. Aku baru tau sakit permanen itu ada. Kamu hebat.
@2 months ago“Dari kamu yang selalu aku sanjung dan sekarang menghantam keras hatiku, terima kasih. Ini lah pelajaran hidupku yang baru”
@3 months agoHai kamu, yang selalu menyapaku dalam kerinduan. Jangan berikan pelukmu pada siapapun selain aku. Walau suatu saat nanti bukan lagi namaku yang terlintas dibenakmu ketika kamu terjaga.@5 months ago
Susah memang mendalami sikap menghargai. Baik itu menghargai orang lain maupun menghargai apa yang telah terjadi. Menghargai keputusan sendiri pun begitu. Apa yang telah kamu pilih itulah yang akan kamu jalani. Hargai dan jalankan. Kedengerannya simpel tapi susah.
Sering terlintas dalam benak untuk menyerah atas apa yang sedang dijalankan. Tapi fikir lagi, apa menyerah itu pilihan terbaik? Saat kamu merasa tidak ada yang menyemangati setiap langkahmu, saat itulah kekuatanmu sedang diuji. Kamu punya orang yang harusnya selalu menyemangatimu tapi selalu mengacuhkanmu? Saat itu kekuatanmu juga sedang diuji.
Seberapa kuat kamu sanggup bertahan maka semakin tinggi derajatmu naik. Hidupmu baru dimulai (lagi) dan kamu sendiri yang menentukan ritme hidupmu.
@7 months ago@10 months agountuk kamu yang menjahit luka dihatiku tanpa bekas, yang bisa aku berikan hanya hatiku yang utuh. jangan pernah membuat luka yang baru, karna yang aku harap hanya cinta tanpa spasi.
—- @restydn